Hukum Berkumur Kumur Saat Puasa

Assalamualaikum teman teman dimanapun berada, kali ini saya akan menulis tentang Hukum Berkumur Kumur di Bulan Puasa, karena saat ini bertepatan kita lagi sedang melaksanakan ibadah Puasa. Kumur kumur disebut juga Istinsyaq pada saat kita berwudhu. Seperti dikutip dari buku Fatwa Seputar Ramadhan Terjemahan oleh Ustadz Abdul Somad mengatakan bahwa berwudhh tidaklah membatalkan Puasa.

Pertanyaan:
Ada yang mengatakan bahwa kumur-kumur atau Istinsyaq dalam Wudhu’ berpengaruh terhadap sahnya
puasa, sejauh mana kebenaran pendapat ini?
Jawaban:
Kumur-kumur dan Istinsyaq dalam wudhu’ adalah sunnat menurut Mazhab Abu Hanifah, Malik dan
Syafi’i. Wajib menurut Mazhab Imam Ahmad yang menganggapnya sebagai bagian dari membasuh
wajah yang merupakan perintah. Apakah sunnat atau wajib, tidak selayaknya ditinggalkan ketika
berwudhu’, apakah ketika berpuasa atau pun ketika tidak berpuasa.
Bagi muslim ketika sedang berpuasa agar tidak terlalu berlebihan dalam berkumur-kumur dan
Istinsyaq, tidak seperti saat tidak berpuasa. Dalam hadits disebutkan:
“Apabila engkau istinsyaq maka lebihkanlah, kecuali jika engkau berpuasa”. (HR. Asy-Syafi’i, Ahmad,
imam yang empat dan al-Baihaqi).

Jika seorang yang berpuasa berkumur-kumur atau melakukan
istinsyaq ketika berwudhu’, lalu air termasuk ke kerongkongannya tanpa sengaja dan tidak karena sikap
berlebihan, maka puasanya tetap sah, sama seperti masuknya debu jalanan atau butiran tepung atau
lalat terbang dan masuk ke kerongkongannya, karena semua itu kekeliruan yang tidak dianggap.

Meskipun sebagian imam berbeda pendapat dengan ini.
Kumur-kumur yang bukan karena berwudhu’ juga tidak mempengaruhi sahnya puasa, selama air
tidak sampai ke dalam perut. Wallahu a’lam.

Jadi kesimpulan dari tulisan ini adalah bahwa Kumur Kumur baik pada Wudhu maupun tidak, tidak akan membatalkan puasa selagi tidak untuk menghilangkan rasa haus dan masuk ketenggorokan.

Ahmad Saleh Bancin

Berbagilah apa saja yang bisa kamu berikan kepada orang lain, baik itu Cinta yang kamu milik. Berbagi cinta bukan berarti Playboy........ Instagram @ahmadsalehbancin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: