Ruang Lingkup dan Keterbatasan Analisis Manfaat Biaya

Ruang Lingkup dan Keterbatasan Analisis Manfaat Biaya – Terdapat dua macam kenyataan yang selalu dihadapi dalam kehidupan ini, yaitu (1) sumber daya yang bersifat langka, dan (2) kegiatan-kegiatan yang berbeda atau kegiatan-kegiatan yang sama dalam lingkungan yang berbeda dapat pula memberikan hasil-hasil yang berbeda. Sebagai gambaran misalnya di suatu daerah, seorang investor yang membangun perkebunan kelapa sawit memperoleh keuntungan, sedangkan seorang investor lainnya yang membangun perkebunan kakao mengalami kerugian atau sebaliknya. Dengan demikian, dalam keadaan tempat dan jangka waktu tertentu, membangun perkebunan kelapa sawit akan lebih menguntungkan daripada membangun  perkebunan  kakao. Sementara di suatu daerah lainnya, membangun irigasi akan lebih bermanfaat dibandingkan membangun gedung-gedung sekolah yang sudah banyak jumlahnya.

Karena pada dasarnya sumber-sumber yang tersedia adalah langka, walaupun beberapa proyek diperlukan, hampir tidak mungkin beberapa proyek tersebut dilaksanakan semuanya apalagi dalam waktu yang bersamaan. Dari berbagai peluang investasi yang terbuka dengan tingkat kemanfaatan misalnya tingkat keuntungan yang berbeda, pelaksana proyek baik swasta maupun pemerintah tentunya akan memilih proyek yang memberikan keuntungan atau kemanfaatan yang paling besar menurut sudut pandangnya.

Pihak-pihak yang umumnya memerlukan evaluasi proyek atau analisis manfaat biaya adalah:

  1. Bagi pihak Investor: analisis manfaat biaya ditujukan untuk melakukan penilaian dari suatu proyek untuk menjadi masukan yang berguna karena sudah mengkaji berbagai aspek seperti aspek pasar, aspek teknis, aspek institusional-organisasi-manajerial, aspek sosial, aspek komersial, dan aspek finansial secara komprehensif dan detail sehingga dapat dijadikan dasar bagi investor untuk membuat keputusan investasi secara lebih objektif. Investor ini merupakan pihak yang menanamkan dana atau modal dalam suatu proyek sehingga biasanya akan lebih memperhatikan prospek proyek tersebut (tingkat keuntungan yang diharapkan).
  2. Bagi Kreditor/Bank: analisis manfaat biaya di pakai untuk melakukan penilaian terhadap segi keamanan dana yang dipinjamkan apakah proyek mempunyai kemampuan untuk mengembalikan atau tidak. Perhatian kreditor selain terhadap aspek aspek kelayakan juga terutama pada periode pengembalian pinjaman (Payback Period).
  3. Bagi Analis : analisis manfaat biaya adalah suatu alat yang berguna yang dapat dipakai sebagai penunjang kelancaran tugas-tugasnya dalam melakukan penilaian suatu proyek baru, proyek pengembangan atau menilai kembali proyek yang sudah ada.
  4. Bagi Masyarakat: Hasil studi analisis manfaat biaya merupakan suatu peluang untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian rakyat baik yang terlibat langsung maupun muncul diakibatkan adanya nilai tambah sebagai akibat dari adanya proyek
  5. Bagi Pemerintah: analisis manfaat biaya ini dapat dipakai untuk menilai manfaat proyek bagi perekonomian nasional. Apakah proyek tersebut dapat meningkatkan pendapatan daerah/negara atau dapat bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan. Secara rinci dari sudut pandang mikro, hasil dari studi kelayakan ini bagi pemerintah terutama untuk tujuan pengembangan sumber daya baik dalam pemanfaatan sumber- sumber alam maupun pemanfaatan sumber daya manusia, berupa penyerapan tenaga kerja. Selain itu, adanya proyek baru atau berkembangnya proyek lama sebagai hasil dari analisis manfaat biaya yang dilakukan oleh individu atau badan usaha tentunya akan menambah pemasukan pemerintah baik dari pajak pertambahan nilai (PPN) maupun dari pajak penghasilan (PPH) dan restribusi berupa biaya perizinan, biaya pendaftaran dan administrasi, dan lainnya yang layak diterima sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Secara makro pemerintah dapat mengetahui apakah proyek tersebut dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah ataupun nasional sehingga tercapai pertumbuhan PDRB dan kenaikan pendapatan per kapita

Kajian dari pihak yang berkepentingan ataupun yang menerima manfaat analisis manfat biaya, jelas menunjukkan bahwa konsep analisis biaya merupakan suatu konsep yang penting. Oleh karena itu agar analisis manfaat biaya ini dapat mencapai sasaran dari berbagai pihak, tentu saja studi yang dilakukan harus memenuhi beberapa persyaratan berikut:

  1. Dilakukan dengan teliti dan penuh kehati-hatian.
  2. Dilakukan dengan dukungan data yang
  3. Dilakukan dengan
  4. Dilakukan dengan
  5. Dilakukan dengan adil, tidak memihak kepentingan
  6. Dapat diuji ulang jika diperlukan untuk menguji kebenaran hasil

Seperti yang telah dijelaskan pada sub-bab sebelumnya bahwa analisis manfaat biaya ini meliputi analisis secara finansial dan analisis secara ekonomi, namun modul evaluasi proyek ini selanjutnya akan lebih mengupas secara mendetail mengenai analisis secara ekonomi yang melihat keseluruhan proyek terutama proyek-proyek pembangunan dari sudut  pandang masyarakat secara keseluruhan baik secara teknis perhitungannya maupun dampak-dampaknya.

Tingkat intensitas atau kedalaman studi yang dilakukan akan berbeda antara satu proyek dengan proyek lainnya. Adakalanya suatu proyek diteliti dengan sangat mendalam, mencakup banyak aspek yang berpengaruh. Sementara ada proyek lainnya hanya diteliti beberapa aspek saja atau bahkan penilaiannya secara tidak formal. Faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas analisis manfaat biaya ini antara lain adalah:

  1. Besar/kecilnya dana investasi yang tersedia untuk diinvestasikan. Semakin besar dana yang diinvestasikan, semakin mendalam analisis yang
  2. Adanya ketidakpastian hasil proyek. Hal ini disebabkan karena sukarnya memprediksi hasil atau biaya yang pasti. Hal ini sangat penting terutama apabila proyek yang dilakukan merupakan proyek yang benar-benar baru. Oleh karena itu, dam analisisnya perlu dilakukan berbagai kemungkinan perubahan yang terjadi dengan melakukan analisis sensitivitas atau switching
  3. Adanya kompleksitas komponen-komponen yang saling berpengaruh dalam aktivitasnya. Oleh karena itu, untuk mencegah terhentinya suatu proses kegiatan proyek atau menjadikan proyek tidak efisien. Semakin kompleks keterkaitan komponen-komponen tersebut maka semakin mendalam dan perlu kehatian-hatian dalam analisisnya

Kelemahan dari analisis manfaat dan biaya, terutama untuk tujuan evaluasi proyek-proyek pemerintah adalah analisis ini membutuhkan perhitungan secara kuantitatif, sedangkan banyak proyek-proyek pemerintah yang tidak dapat diukur manfaatnya secara kuantitatif. Hal ini menyebabkan suatu proyek yang kurang menguntungkan bagi masyarakat akan dipilih, sementara proyek lain yang lebih bermanfaat tidak dipilih karena proyek yang kedua ini tidak dapat diukur manfaatnya secara kuantitatif. Kelemahan lainnya adalah karena semua penghitungan (manfaat dan biaya) dilakukan secara kuantitatif maka analisis ini menjadi tidak fleksibel (Mangkoesoebroto, 1999).

Ahmad Saleh Bancin

Berbagilah apa saja yang bisa kamu berikan kepada orang lain, baik itu Cinta yang kamu milik. Berbagi cinta bukan berarti Playboy........ Instagram @ahmadsalehbancin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: