Ciri atau Sifat Pelaku Profesional

Ciri Ciri Pelaku Profesional – Untuk dapat menjadi seorang professional maka dibutuhkan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu (Isnanto, 2009):

  1. Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.
  2. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
  3. Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.
  4. Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.
  5. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.

Dengan melihat ciri-ciri umum profesi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kaum profesional adalah orang-orang yang memiliki tolak ukur perilaku yang berada di atas rata-rata. Di satu pihak ada tuntutan dan tantangan yang sangat berat, tetapi di lain pihak ada suatu kejelasan mengenai pola perilaku yang baik dalam rangka kepentingan masyarakat. Seandainya semua bidang kehidupan dan bidang kegiatan menerapkan suatu standar profesional yang tinggi, bisa diharapkan akan tercipta suatu kualitas masyarakat yang semakin baik (Isnanto, 2009).

Dr. James J. Spillane (dalam Susanto, 1992: 41-48) dan artikel International Encyclopedia of Education secara garis besar memberikan sejumlah ciri khas profesi sebagai berikut:

  1. Suatu bidang yang terorganisasi dengan baik, berkembang maju dan memiliki kemampuan intelektualitas tinggi;
  2. Teknik dan proses intelektual;
  3. Penerapan praktis dari teknis intelektual;
  4. Melalui periode panjang menjalani pendidikan, pelatihan dan sertifikasi;
  5. Menjadi anggota asosiasi atau organisasi profesi tertentu sebagai wadah komunikasi, membina hubungan baik dan saling menukar informasi sesama anggotanya;
  6. Memperoleh pengakuan terhadap profesi yang disandangnya;
  7. Professional memiliki perilaku baik dalam melaksanakan profesi dan penuh dengan tanggung jawab sesuai dengan kode etik.

Sedangkan Ruslan (2011:52) menjabarkan sejumlah ciri yang menjadi persyaratan seorang professional sebagai berikut:

  1. Memiliki skill atau kemampuan, pengetahuan tinggi yang tidak dimiliki oleh orang umum lainnya, baik itu diperoleh dari hasil pendidikan maupun pelatihan yang diikutinya, ditambah pengalaman selama bertahun-tahun yang telah ditempuhnya sebagai professional;
  2. Memiliki kode etik yang merupakan standar moral bagi setiap profesi yang dituangkan secara formal, tertulis an normatif dalam suatu bentuk aturan main dan perilaku kealam kode etik yang merupakan standar atau komitmen moral code of conduct dalam pelaksanaan tugas dan kewajiban selaku by profession dan by function yang memberikan arahan, bimbingan serta jaminan dan pedoman bagi profesi yang bersangkutan untuk tetap taat dan mematuhi kode etik tersebut;
  3. Memiliki tanggung jawab profesi (responsibility) dan integritas pribadi (integrity) yang tinggi, baik terhadap dirinya sendiri sebagai penyandang profesi maupun terhadap publik, klien, pimpinan dan organisasi/perusahaan;
  4. Memiliki jiwa pengabdian kepada publik atau masyarakat dengan penuh dedikasi profesi luhur yang disandangnya. Dalam mengambil keputusan mempertimbangkan kepentingan umum diatas kepentingan pribadinya.
  5. Memiliki jiwa pengabdian dan semangat dedikasi tinggi tanpa pamrih dalam memberikan pelayanan jasa keahlian dan bantuan kepada pihak lain yang memang membutuhkannya;
  6. Otonomisasi organisasi professional, yaitu memiliki kemampuan untuk mengelola organisasi profesi secara mandiri dan tidak tergantung kepada pihak lain serta sekaligus dapat bekerjasama dengan pihak-pihak terkait, dapat dipercaya dalam menjalankan operasional, peran dan fungsinya. Disamping itu memiiki standar dan etos kerja professional yang tinggi;
  7. Menjadi anggota salah satu organisasi profesi sebagai wadah untuk menjaga eksistensinya, mempertahankan kehormatan dan menertibkan perilaku standar profesi sebagai tolok ukur agar tidak dilanggar. Selain organisasi profesi sebagai tempat berkumpul sesama profesi, fungsi lainnya adalah sebagai wacana komunikasi untuk saling bertukar informasi, pengetahuan dan membangun rasa solidaritas sesama anggota.

Ahmad Saleh Bancin

Berbagilah apa saja yang bisa kamu berikan kepada orang lain, baik itu Cinta yang kamu milik. Berbagi cinta bukan berarti Playboy........ Instagram @ahmadsalehbancin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Tweet
Share
Pin
Share
+1