Pengertian dan Konsep Dasar Etika

Pengertian dan Konsep Dasar Etika – Etika merupakan cabang ilmu yang berisi sistem dan pedoman nilai-nilai yang berkaitan dengan konsepsi benar dan salah yang berlaku dan dihayati oleh kelompok di suatu komunitas. Terminologi etika sangat sering diperbincangkan, tidak hanya di ruang-ruang akademis, namun juga di ruang-ruang publik. Banyak orang awam yang salah menafsirkan secara mudah bahwa etika sama dengan kesopanan dan tata karma. Jadi ketika seseorang dikatakan tidak beretika, maka secara tidak langsung seseorang itu akan dicap sebagai orang yang tidak sopan atau tidak memiliki tata karma. Namun benarkah istilah etika hanya didefinisikan sesederhana itu?

Istilah etika sendiri sejarahnya bermula jauh sejak masa Yunani kuno yang disebut dengan ethos. Dalam bahasa Yunani, ethos memiliki banyak penafsiran, seperti: tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, habitat, kebiasaan, adat, akhlak, watak, perasaan, sikap dan cara berpikir. Makna-makna tersebut dikategorikan makna tunggal, sedangkan makna jamak dari ethos adalah adat kebiasaan. Oleh Aristoteles – seorang filsuf besar Yunani di era 384 – 322 SM – istilah etika sudah digunakannya untuk merujuk kepada filsafat moral. Maka secara sempit kita dapat memaknai istilah etika pada konteks ini adalah ilmu yang mempelajari tentang adat kebiasaan.

Istilah ethos dimaknai sebagai watak kesusilaan atau adat kebiasaan, yang biasanya berkaitan erat dengan moral. Moral sendiri berasal dari kata latin “mos”(jamaknya mores) yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan) dan menghindari tindakan-tindakan yang buruk (Ruslan, 2011:31). Dengan demikian maka etika dan moral memiliki kesamaan makna, namun pada dasarnya keduanya memiliki perbedaan pada implementasinya. Moral atau moralita digunakan untuk menilai perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika digunakan sebagai sistem nilai yang berlaku. Artinya, etika adalah ilmu untuk menjelaskan kaidah-kaidah moral.

Konsep etika sebagai ilmu juga ditekankan dalam buku yang ditulis Aristoteles “Etika Nikomacheia” yang menyatakan istilah terminius techicus yaitu etika dipelajari untuk ilmu pengetahuan yang mempelajari masalah perbuatan atau tindakan manusia. dan didalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, ditegaskan pula mengenai etika sebagai ilmu yaitu sebagai berikut:

  • Etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak);
  • Etika adalah kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak;
  • Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.

Menurut Ki Hajar Dewantara didefinisikan bahwa etika adalah ilmu yang mempelajari segala soal kebaikan dan keburukan didalam hidup manusia semuanya, teristimewa yang mengenai gerak-gerik pikiran dan rasa yang dapat merupakan pertimbangan dan perasaan, sampai mengenai tujuan yang dapat merupakan perbuatan. Demikian pula Austi Fogothey dalam bukunya[1] menuliskan bahwa etika berhubungan dengan seluruh ilmu pengetahuan tentang manusia dan masyarakat sebagai antropologi, psikologi, sosiologi, ekonomi, ilmu politik dan hukum (Ruslan, 2011:32).

Menurut Brooks (2007), etika adalah cabang dari filsafat yang menyelidiki penilaian normatif tentang apakah perilaku ini benar atau apa yang seharusnya dilakukan. Kebutuhan akan etika muncul dari keinginan untuk menghindari permasalahan – permasalahan di dunia nyata.

Bartens (2013:5) lebih jauh mendeskripsikan bahwa pertama, etika bisa digunakan dalam arti: nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Kedua, etika juga berarti: kumpulan asas atau nilai moral – yang dimaksud disini adalah kode etik. Ketiga, etika merupakan ilmu tentang baik dan buruk. Etika baru menjadi ilmu apabila keyakinan-keyakinan etis (asas atau nilai yang dianggap baik atau buruk) telah menjadi bahan refleksi kritis bagi suatu penelitian dan metodis. Artinya, nilai-nilai yang terkandung di dalam etika tersebut bisa diuji dalam kaidah keilmuan. Dari hasil kajian ilmiah ini maka akan dapat disusun kode etik (code of conduct).

Dengan demikian maka kita dapat menyimpulkan bahwa etika merupakan cabang ilmu yang berisi sistem dan pedoman nilai-nilai yang berkaitan dengan konsepsi benar dan salah yang berlaku dan dihayati oleh kelompok di suatu komunitas. Dengan konsepsi ilmu sebagai kajian yang relatif, maka bisa jadi nilai-nilai di dalam etika akan berubah, berkembang dan mungkin saja berbeda nilai baik buruknya pada komunitas-komunitas yang berbeda.

Ahmad Saleh Bancin

Berbagilah apa saja yang bisa kamu berikan kepada orang lain, baik itu Cinta yang kamu milik. Berbagi cinta bukan berarti Playboy........ Instagram @ahmadsalehbancin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Tweet
Share
Pin
Share
+1