Penyakit Rubela, Gejala dan Cara Mengatasi 2021

Penyakit Rubela, Gejala dan Cara Mengatasi 2021 – Penyakit rubella adalah penyakit yang disebabkan oleh virus rubella. Penyakit Rubella akan serius jika seorang wanita hamil yang terkena penyakit ini, terutama pada masa kehamilan 3 bulan pertama. Seorang ibu dapat dapat menularkan rubella pada bayi yang belum lahir. Rubella biasanya penyakit ringan, tetapi jika seorang wanita hamil mengidap penyakit ini, dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi yang dikandungnya.

Penyakit Rubela patut diwaspadai bagi ibu hamil karena sangat membahayakan bagi janin. Maka, ketika di desa anda mengadakan posyandu alangkah baiknya untuk rutin melakukan pengecekan kandungan pada bidan desa dan untuk yang mempunyai uang, alangkah baiknya lakukan pengecekan pada dokter kandungan agar terhindar dari penyakit ini yang memang dapat membuat anak terlahir tidak sempurna.

Penyakit Rubela

Virus rulla dapat menyebar melalui udara dengan napas, batuk atau bersin. Oleh karena itu, alangkah baiknya untuk bunda membaca penjelasan kami berikut ini.

Gejala Penyakit Rubella

Antara anak dan orang dewasa terdapat sedikit perbedaan gejala ketika mereka terserang penyakit ini. Jika seorang anak memiliki rubella, gejala yang bisa timbul adalah ruam pada wajah, kulit kepala dan tubuh, demam dan pembengkakan kelenjar. Sementara itu gejala yang bisa terlihat pada remaja dan orang tua adalah ruam pada wajah, kulit kepala dan tubuh, pembengkakan kelenjar dan nyeri sendi.

Penyebab Penyakit Rublla

Rubella disebabkan oleh virus rubella yang menyebar dengan mengadakan kontak dengan orang yang menderita penyakit rubella, hal ini dapat melalui dapas, batuk, atau bersin. Jika seorang wanita hamil yang tidak memiliki kekebalan terhadap rubella dan ia mengidap virus rubella, maka virus dapat ditularkan ke bayi yang masih dalam kandungan. Virus ini dapat mengganggu perkembangan bayi, menyebabkan serangkaian cacat lahir yang dikenal sebagai sindrom rubella kongenital.

Baca Juga   5 Cara Mengatasi Nyeri Puting Saat Hamil Patut Dicoba

Ada setidaknya ada kemungkinan 20 persen gangguan pada janin jika seorang wanita terinfeksi pada masa awal kehamilannya.

Cara Mencegah Penyebaran Virus Rubella

Untuk memberikan kekebalan terhadap serangan virus rubella, hal yang bisa dilakukan adalah dengan cara memberikan vaksin. Vaksinasi rubela dianjurkan sebagai bagian dari imunisasi rutin. Vaksin ini diberikan dalam kombinasi dengan vaksin campak dan gondok yaitu vaksin ‘MMR’.

Bagi seseorang yang belum pernah diberikan jenis vaksin ini, cara mencegah penularan virus rubella ialah dengan mencegah terjadinya kontak langsung atau pun tidak langsung dengan orang yang mengidap virus rubella ini.

Cara Mengatasi (mengobati) Penyakit Rubella

Hingga saat ini belum ada obat obatan atau anti virus yang secara untukpenyakit rubella ini. Penyakit ini tergolong ringan dan secara umum penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7 hingga 10 hari. Perawatan biasanya diberikan untuk menghilangkan gejala adanya infeksi.

Perawatan yang diberikan ialah dengan mencukupi cairan, mengistirahatkan pasien dan memberikan obat pereda sakit seperti asetamenofen dan ibuprofen untuk menghilangkan demam atau sakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Tweet
Share
Pin
Share
Share