9 Penyebab Jantung Berdebar Yang Harus Diketahui

9 Penyebab Jantung Berdebar Yang Harus Diketahui – Pernahkah Anda mengalami jantung berdebar dengan sangat cepat dan keras seperti tidak biasa? Ini mungkin bisa sangat mengganggu sekali bagian sebagian besar orang, dan juga sangat menakutkan. Padahal, sebenarnya jantung yang berdebar, atau disebut juga dengan palpitasi ini bukanlah sebuah pertanda dari penyakit yang berbahaya atau penyakit yang serius. Oleh karena itu, alangkah baiknya anda mengenal Penyebab Jantung Berdebar yang akan kami bahas pada artikel kali ini.

Penyebab Jantung Berdebar sedikitnya ada 9 penyebab. Namun biasanya masalah ini bisa hilang dengan sendirinya. Umumnya, penyebab dari kejadian jantung berdebar ini bisa terjadi dikarenakan rasa gelisah, stress berat, terlalu banyak mengkonsumsi nikotin, cafein, dan alkohol. Bahkan, bagi wanita hamil pun juga kerap mengalami gejala ini. Hanya saja, ada juga beberapa kasus yang harus tetap diwaspadai, meskipun ini jarang terjadi. Karena bisa saja ini adalah pertanda dari penyakit jantung yang mematikan.

Penyebab Jantung Berdebar

Anda harus lebih waspada bila gejala jantung berdebar ini disertai dengan rasa pusing, sesak nafas, nyeri dada, bahkan sampai dengan hampir pingsan atau sampai dengan pingsan. Bila ini terjadi, Anda harus segera mencari bantuan dari para medis.

Namun, selain itu, ada juga sejumlah dari penyebab masalah ini yang meliputi di bawah ini:

Stress

Gejala panik dan terlalu emosi, dikarenakan stress, takut, dan gelisah.

Kerja Keras

Melakukan kegiatan fisik yang begitu berat.

Minum Alkohol

Mengkonsumsi alkohol, nikotin, cafein, dan sejumlah obat-obatan ilegal.

Baca Juga   7 Manfaat Semangka Untuk Kesehatan

Akibat Penyakit

Mengalami masalah penyakit tiroid, anemia, kadar gula darah yang rendah, tekanan darah yang rendah, dehidrasi, dan mengalami demam.

Perubahan Hormon

Adanya perubahan hormon saat menstruasi, terjadinya kehamilan, sebelum mengalami menopause.

Sedang Berobat

Sedang melakukan pengobatan, misalnya saja mengkonsumsi obat, pil diet, inhaler asma, dekongestan, dan beberapa obat yang biasa digunakan untuk mencegah terjadinya aritmia dan mengobati penyakit tiroid.

Penggunaan Suplemen

Pemakaian obat herbal dan suplemen tertentu.

Tak seimbang kadar elektrolit

Kadar elektrolit dalam tubuh yang tidak seimbang.

Faktor makanan

Karena faktor makanan yang mengandung lemak, gula, dan karbohidrat tinggi. Dan biasanya juga dikarenakan makanan yang banyak mengandung nitrat, MSG, natrium. Bagi orang yang sensitif, biasanya mereka akan mengalami masalah ini.

Namun, bila gejala jantung berdebar ini disertai dengan gejala seperti yang sudah kami sebutkan sebelumnya maka bisa jadi jantung Anda sedang bermasalah. Bisa saja itu adalah awal dari serangan jantung, karena penyakit arteri koroner atau jantung koroner, mengalami gagal jantung, katup jantung yang bermasalah, mengalami masalah pada otot jantung.

Bila Anda sudah sampai pingsan, sebaiknya lakukan pemeriksaan di bawah ini untuk lebih lanjutnya, antara lain:

  • EKG atau electrocardiogram, yaitu tes yang bisa dialkukan ketika sedang berolahraga atau beristirahat menggunalan sinyal elektrik jantung.
  • Dengan holter selama 24 jam sampai dengan 48 jam.
  • Event recording, yaitu memakai gadget yang dipegang untuk mencatat sinyal elektrik dari jantung saat jantung sedang berdebar.
  • X-ray dada. Bila ditemukan adanya cairan dalam paru-paru, bisa jadi Anda mengalami gagal jantng.
  • Echocardiogram, ini adalah sebuah tes USG untuk jantung agar mendapat info secara detail dari fungsi dan struktur jantung.
Baca Juga   Cara Mencegah Kehamilan Tanpa KB Aman dan Alami Part 1

Yang pasti, masalah gejala jantung yang berdebar dikarenakan masalah jantung ini tidak boleh Anda sepelekan begitu saja. Karena, bila sudah sampai parah, maka Anda bisa mengalami serangan jantung dan bisa mengalami gagal jantung yang dapat membuat nyawa Anda menjadi terancam. Namun, bila penyebab masalah ini adalah dikarenakan bagian katup jantung, bisa jadi telah terjadi gumpalan darah yang membuat aliran darah ke pembuluh otak menjadi tersumbat, sehingga terjadilah penyakit stroke.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Tweet
Share
Pin
Share
Share